Senin, 14 Maret 2016

manfaat getuk

Manfaat Getuk Bagi Kesehatan
Manfaat Getuk Bagi Kesehatan
Anak Kost, wajib baca ini. Saat tanggal tua mendera, saat uang dikantong menipis, saat rasa lapar menrongrong kita, panggilah tukang getuk yang biasa lewat. Getuk akan menyelamatkan nyawa kalian dengan cara yang unik.

Mungkin kita kenal namanya sebagai Getuk Lindri, ada juga yang bilang Getuk Singkong atau Getuk Jawa. Apapun namanya, panganan khas ini terbuat dari Singkong, Talas atau bahkan Pisang. Melihat bahan pembuatnya ini, pasti terbayang kan bagaimana kandungan gizi dari makanan rakyat ini?

Dengan kata lain, getuk adalah makanan kaya karbohidrat. Getuk mengandung sangat banyak Karbohidrat yang tinggi sebab terbuat dari bahan umbi-umbian dan singkong ataupun pisang. Karbohidrat adalah bahan baku untuk tenaga kita. Dalam tubuh, salah satu fungsinya ialah mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna untuk mengatur metabolisme lemak dalam tubuh.

Karbohidrat juga memudahkan proses pencernaan makanan, mengoptimalkan penyerapan kalsium. Karbohidrat juga digunakan untuk komponen dalam meyusun gen pada inti sel yang penting dalam pewarisan sifat (keturunan). Cakep. Jadi, jangan ragu makan Getuk ya, selain murah dan pas di kantong saat tanggal tua, makanan ndeso ini juga menyehatkan! Selamat puasa.. eh selamat makan!

sumber : http://www.infokost.net/review/kuliner/manfaat-getuk-bagi-kesehatan

Gudeg Jogja

Apa Itu Gudeg?

Gudeg merupakan makanan khas Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Gudeg pembuatannya menggunakan nangka muda yang dimasak dengan santan. Memang dibutuhkan waktu berjam jam untuk memasak gudeg. Warna coklat pada gudeg dihasilkan dari daun jati yang dimasak bersama dengan nangka muda.

Asal Usul Gudeg

Gudeg Jogjakarta
Masih simpang siur mengenai asal usul gudeg dan kapan gudeg ditemukan. Ada beberapa versi mengenai asal usul gudeg. Yang jelas adalah gudeg memang makanan khas dari Yogyakarta. Ada yang mengatakan bahwa gudeg berasal dari dalam keraton Yogyakarta. Anggapan bahwa gudeg berkembang dari dalam Keraton Yogyakarta sering didasarkan pada makanan kegemaran keluarga Kraton yakni gudeg manggar. Manggar adalah bakal buah atau putik bunga kelapa. Dibanding gudeg biasa yang terbuat dari nangka muda, gudeg manggar relatif lebih susah dijumpai dan pembuatnya pun hanya orang-orang tertentu.

Minggu, 13 Maret 2016

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM



UIN SUKA KERJA SAMA IDB SELENGGARAKAN SEMINAR DAN LOKAKARYA NASIONAL

Studi ilmu ekonomi Islam di Perguruan Tinggi di Indonesia telah berlangsung lebih dari satu dasawarsa. Berbagai program studi dalam lingkup ilmu ekonomi Islam berlangsung dalam kapasitas dan karakteristik kelembagaan Perguruan Tinggi masing-masing. Pada umumnya, keberlangsungan program studi ekonomi Islam berjalan secara evolusi. Ada yang berangkat dari Jurusan Muamalah, lalu dikembangkan ke perbankan syariah, manajemen syariah dan lain-lain, seperti yang terjadi di PTAI, sementara di perguruan tinggi umum, pembukaan program studi keuangan syariah, ekonomi Islam dan lain-ain dilakukan dengan membuka jurusan baru atau mengembangkannya dari fakultas/jurusan studi keislaman.
Hingga kini, dalam perkembangan pembelajaran ekonomi Islam belum ada standarisasi nama program studi, struktur kurikulum, struktur keilmuan yang menjadi dasar keilmuan program studi dan profil dan kompetensi lulusan yang ingin dihasilkan oleh masing-masing program studi. Jurusan/konsentrasi ilmu ekonomi Islam dikembangkan hanya berdasarkan potensi dan minat peserta didik (calon mahasiswa), belum menyelaraskan dengan pohon keilmuan yang seharusnya ada. Akibatnya, beragam kurikulum ekonomi Islam dikembangkan secara beragam oleh masing-masing pengelola program studi baik melalui upaya-upaya studi banding ataupun usaha-usaha lain. Dengan pola pengembangan ini maka struktur kurikulum ekonomi Islam terutama dari aspek struktur keilmum ying ingin dikembangkan oleh suatu program studi sering kali terabaikan terutama "silau" dan terjebak oleh perkembangan ekonomi Islam terutama bidang keuangan dan perbankan syariah. Akibatnya pengembangan ekonom Islam di Indonesia hanya terbatas dalam bidang keuangan dan perbankan syariah dan belum menyentuh keluasan aspek-aspek lain dalam ekonomiIslam.


Di lain pihak, perkembangan praktik ekonomi dewasa ini berjalan menurut logika masing-masing para pelakunya. Jenis dan bentuk usaha yang mendasarkan pada praktik syariah dikembangakan sesuai dengan interpretasi masing-masing pelaku bisnis terhadap syari’at Islam. Belum ada harmonisasi antara pelaku bisnis syariah dengan akademisi dalam membangun/menyongsong perekembangan ekonomi syariah. Akibatnya, seringkali kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis syariah tidak dapat disediakan oleh pengelola Perguruan Tinggi, sebaliknya pengembangan keilmuan di Perguruan Tinggi penyelanggara program ekonomi Islam belum selaras dengan kebutuhan pasar (bisnis syariah).